Bisnis

Anang Sujana: Mari Monopoli Pasar Dan Monopoli Tujuan

Monopoli Pasar Bisnis

Indosynergy.com – Apapun bisnis atau usaha yang Anda jalani, bisa dipastikan akan dihadapi dengan berbagai persaingan usaha. Untuk melawan dan memenangkan persaingan Anda harus kreatif!

Tidak hanya pebisnis di industri kreatif (seperti televisi, musik atau film) yang dituntut untuk lebih kreatif, namun semua pengusaha yang bergerak di semua bidang industri.

Jika Anda berusaha jualan di toko ritail pakaian , Anda harus memiliki daya imajinasi dan kreativitas untuk memilih model-model pakaian baru agar bisa mengikuti trend dan tidak sama dengan model yang dijual oleh peritail lain.

Jika Anda berjualan mie bakso, Anda harus bisa berinovasi dalam cita rasa, penyajian, atau mungkin bentuk mie dan baksonya. Kreativitas yang dimiliki seorang pengusaha tidak terbatas pada produk yang dihasilkan dari bisnisnya, tapi juga kreativitas pada segi marketing produknya.

Cara-cara pemasaran harus dibuat sekreatif mungkin, temukan monopoli-nya agar bisa bertahan lama dan orang susah menirunya. Seringkali kita temui perbedaan kreativitas yang dimiliki suatu produk menjadi faktor penentu apakah produk tersebut akan bertahan, atau maju dan sukses bahkan bubar jalan.

Kreativitas beda tipis dengan monopoli, namun keduanya penting. Bagaimana menemukan monopoli di bisnis kita diperlukan kreativitas.

Sehebat apapun keunggulan bisnis (modal yang besar, rasa yang sangat enak, pelayanan yg baik dan lainnya) jika tujuan (monopoli) tidak jelas maka tidak akan mencapai maksimal. Analoginya, sama seperti bawa baju banyak, beli tiket pesawat kelas eksekutif, tetapi tanpa menyebut kota tujuan (monopoli) maka kita tidak akan sampai ke mana-mana.

Semua bisnis yang sukses (walaupun masih kecil atau cuma punya satu cabang) pastilah memiliki monopoli. Berikut ini tips-tips yang bisa Anda terapkan dalam mengembangkan kreativitas Anda:

1. Amati, Tiru lalu Modifikasi (ATM)
Bila Anda memproduksi mainan boneka misalnya, amati jenis-jenis boneka yang beredar di pasaran. Kenali bahan, model dan harganya. Lalu buatlah boneka dengan modifikasi dari apa yang Anda pelajari tadi. Buatlah pembeda, yang menjadikan konsumen langsung mengenali produk yang Anda hasilkan.

2. Anti Mainstream
Ubahlah cara pandang Anda dari yang biasa-biasa saja, menjadi luar biasa. Tempuhlah cara yang tak biasa diambil orang lain. Berbuatlah sesuatu di luar kebiasaan, namun tetap mengindahkan norma-norma sosial dan peradaban.

Sebagai contoh, bila Anda mengetahui bahwa produksi boneka hanya mainan untuk anak anak, maka buatlah boneka yang tidak hanya untuk anak-anak, tapi juga bisa untuk remaja dan orang tua.

Seperti, membuat sarung jok mobil dan assesorisnya, juga bantal cantik untuk penghias di dalam mobil tersebut, itulah yang menjadikan produk Anda pembeda sehingga konsumen bangga dengan produk Anda.

Sistem penjualannya, kebanyakan produsen boneka pada umumnya, bersaing di pasaran, perang harga, berebut pasar.
Coba dengan cara yg berbeda, bukan berebut pasar tapi ciptakan pasar sendiri, jual sistem, atau kalau sudah kuat bisnis jual bisnis (monopoli pasar).

Atau, ketika salah satu komponen penting yang mempengaruhi biaya produksi naik, seperti bbm naik, listrik naik, atau komponen bahan baku naik. Kebanyakan pelaku usaha pada umumnya, akan menaikan harga jual produknya menyesuaikan meningkatnya biaya produksi di sebabkan bbm atau listrik naik.

Saya sering melakukan sebaliknya, kadang kalau masih ada keuntungannya, ketika bbm naik malah saya turunkan harga produknya atau harga tetap tidak naik kalau margin-nya sudah tipis. Apakah dengan menjual seperti itu rugi? Tidak juga, untung tipis tapi penjualan volumenya meningkat

Setiap harga boneka dinaikan, maka sebagian produsen akan menurun penjualannya akibat kenaikan harga itu.Kesempatan itulah, saya mengambil hati konsumen yang tidak mau beli boneka karena harga naik untuk berpindah ke perusahaan kita yg tidak menaikan harga (monopoli situasi). Dari situlah, penjualan boneka kita akan meningkat karena perpindahan pelanggan ke perusahaan kita.

Begitupun toko ritail yg lainnya, tanpa kuat monopoli-nya, sebesar dan sehebat apapun investasi dan pelayanannya, toko ritail tersebut sulit untuk tumbuh apa lagi maju. Jadi, bukan berada di mana kini, tapi akan ke mana nanti (monopoli tujuan).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

53 + = 63

Terpopuler

To Top
error: Content is protected !!